Workshop Pengelolaan Limbah Dapur Menjadi Pupuk Kompos

Pusat Pengabdian kepada Masyarakat 23 February 2025 3 min read

Workshop “Pengelolaan limbah dapur menjadi pupuk kompos” Yang diadakan oleh Mahasiswa KKN UIN SAIZU Kelompok 45 Sukses Digelar di Desa Gembyang, Warga Antusias Belajar Kelola Limbah Rumah Tangga.

 

Gembyang, 8 Februari 2025 – Workshop bertajuk “Dari Sampah Menjadi Berkah: Solusi Cerdas Kelola Limbah Rumah Tangga” sukses diselenggarakan di Balai Desa Gembyang pada Sabtu, 8 Februari 2025. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh ibu-ibu PKK dan kader Posyandu Desa Gembyang yang bersemangat dalam memahami cara mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos.

Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 45 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Workshop ini dipandu oleh Itsna Qurrotul 'A'ini, mahasiswa UIN Saizu, dengan dukungan anggota KKN lainnya. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat pengelolaan limbah rumah tangga serta mengurangi pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan sampah organik.

Workshop diawali dengan sambutan dari Koordinator Desa Gembyang, yang menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Hal ini juga diamini oleh Ketua PKK Desa Gembyang, Ibu Surtinah (Bu Lurah), yang berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi pemaparan materi, Itsna Qurrotul 'A'ini menjelaskan konsep dasar pengelolaan limbah rumah tangga, mulai dari jenis-jenis sampah organik, manfaat pupuk kompos bagi tanaman, hingga langkah-langkah pembuatan pupuk kompos dengan metode sederhana yang bisa dilakukan di rumah.

Setelah sesi pemaparan, peserta diajak untuk melihat secara langsung proses pembuatan pupuk kompos. Mereka mencoba sendiri mengolah sampah rumah tangga seperti sisa sayuran dan buah-buahan menjadi pupuk yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian atau tanaman pekarangan rumah.

Workshop ini disambut positif oleh para peserta. Ibu Tuminah, salah satu anggota PKK Desa Gembyang, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang pengelolaan sampah rumah tangga yang sebelumnya belum mereka ketahui.

“Dengan adanya acara ini, kami sebagai ibu rumah tangga jadi lebih paham bahwa limbah dapur tidak harus dibuang begitu saja. Justru bisa dimanfaatkan menjadi pupuk yang berguna untuk tanaman kami,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Koordinator Desa Gembyang berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan dan semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga.

“Workshop ini diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk lebih mandiri dalam mengelola limbah rumah tangga dan mengurangi pencemaran lingkungan,” tutur Bintang. Acara diakhiri dengan foto bersama antara mahasiswa KKN, ibu-ibu PKK, serta kader Posyandu sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap ilmu yang telah dibagikan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat serta menciptakan budaya hidup yang lebih bersih dan ramah lingkungan.