
Krasak, 27 Juli 2025 — Kelompok 82 Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan Institut Agama Islam Negeri Pare-Pare menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Ramah Lingkungan” di Balai Desa Krasak, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat desa tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan peluang usaha berbasis lingkungan.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (26/07) itu dihadiri oleh puluhan warga, khususnya ibu-ibu anggota PKK. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari penyuluhan tentang bahaya pembuangan minyak jelantah ke lingkungan hingga praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi menggunakan bahan sederhana dan mudah ditemukan.
Salah satu peserta, Malika Zakiyah, perwakilan dari PKK, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut. “Menurut saya, acara tadi sangat menarik dan bermanfaat bagi kami, terutama karena kami tinggal di desa. Kadang-kadang listrik mati, jadi sudah punya persiapan lilin. Dan untuk bahannya juga tidak terlalu sulit untuk dicari karena dari sisa bahan rumah tangga. Terus untuk bahan yang lain juga mudah didapat,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini bisa diteruskan dan diperluas cakupannya. “Harapan saya dari acara tadi, kami perwakilan dari RT bisa menyampaikan kepada masyarakat sehingga mereka juga mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut,” tambahnya.
Koordinator kegiatan, Sasi Fitria Saputri, menyampaikan bahwa program ini bisa menjadi peluang usaha bagi warga. “Kami ingin menunjukkan bahwa program ini bisa menjadi peluang usaha khususnya bagi warga yamg berprofesi sebagai penjual gorengan, agar minyak bekas yang sudah tidak bisa digunakan, bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, kelompok KKN berharap warga tidak hanya sekadar menjadi peserta, namun juga pelaku perubahan di lingkungannya, menjadikan minyak jelantah bukan lagi limbah, tetapi bahan baku produk inovatif yang bermanfaat.