Serunya Belajar Pilah Sampah: Kkn Uin Saizu Ajak Siswa Sdn 01 Wanacipta Jadi Agen Lingkungan Cilik

Pusat Pengabdian kepada Masyarakat 05 August 2025 2 min read

 

Banjarnegara, 2 Agustus 2025 – Suasana halaman SDN 01 Wanacipta, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, pagi itu berbeda dari biasanya. Tawa dan sorak sorai terdengar riuh saat puluhan siswa mengikuti games edukatif yang dipandu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 57 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN SAIZU). Tema kegiatan kali ini: “Sosialisasi Pengelompokan Sampah: Edukasi Lingkungan Sejak Dini”.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan dihadiri Kepala Sekolah, jajaran guru, dan seluruh anggota KKN. Mahasiswa KKN menyampaikan materi penting tentang cara memilah sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun) dengan metode yang menyenangkan. Mereka menggunakan media gambar, simulasi, dan kuis berhadiah agar siswa lebih mudah memahami.

Selain penjelasan materi, siswa diajak mengikuti games interaktif yang menguji kecepatan dan ketepatan mereka dalam memilah sampah. Setiap jawaban benar disambut tepuk tangan teman-temannya, menciptakan suasana belajar yang penuh semangat.

Puncak acara adalah sesi cap telapak tangan di banner bertuliskan ajakan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Banner tersebut menjadi simbol komitmen bersama warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

 

 

Tak hanya edukasi, tim KKN juga memberikan bantuan tiga jenis tong sampah kepada pihak sekolah untuk memfasilitasi penerapan kebiasaan memilah sampah. Kepala Sekolah SDN 01 Wanacipta, Suwaryo, mengapresiasi langkah ini.

“Kami sangat senang karena anak-anak jadi tahu bagaimana membuang sampah yang benar. Harapannya ini menjadi kebiasaan sehari-hari yang berkelanjutan,” ujarnya.

Namun, salah satu guru, Aminah, mengingatkan bahwa membentuk kebiasaan positif membutuhkan dukungan konsistensi dari semua pihak.

“Lingkungan yang tidak konsisten menjadi tantangan terbesar. Kalau guru, orang tua, atau masyarakat tidak mencontohkan, anak-anak akan menganggapnya tidak penting,” tuturnya.

Ketua KKN Kelompok 57, Akhsan, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.

“Melihat semangat siswa-siswi saat sosialisasi, saya merasa sangat senang. Mereka aktif bertanya dan cepat memahami materi. Harapan saya, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sejak bangku sekolah,” ungkapnya.

Bagi para mahasiswa KKN, kegiatan ini bukan sekadar program kerja, tetapi wujud nyata kontribusi mereka terhadap masa depan lingkungan. Sementara bagi para siswa, pengalaman hari itu menjadi pelajaran berharga yang akan mereka bawa pulang – bahwa menjaga kebersihan dimulai dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya.

Dengan langkah kecil ini, SDN 01 Wanacipta berharap dapat mencetak agen-agen lingkungan cilik yang akan menularkan semangat peduli lingkungan di rumah, sekolah, dan masyarakat.