
Desa Karangmoncol, 17 Agustus 2025 – Inovasi sederhana, dampak luar biasa. Itulah yang dilakukan Mahasiswa KKN-56 Kelompok 111 UIN Saizu Purwokerto melalui program unggulan mereka: pemasangan plang sampah edukatif di Desa Karangmoncol, Kabupaten Pemalang.
Program ini hadir sebagai jawaban atas persoalan klasik masyarakat: rendahnya kesadaran dalam mengelola sampah. Di banyak tempat, sampah masih dibuang sembarangan tanpa memikirkan akibat jangka panjang. Padahal, limbah plastik bisa butuh ratusan tahun untuk terurai, bahkan ada yang sama sekali tidak bisa hancur.
Plang yang dipasang mahasiswa KKN ini bukan sekadar papan informasi. Dengan desain sederhana, jelas, dan mudah dipahami, plang tersebut menyajikan fakta mengejutkan:
- Sterofoam: tidak akan pernah terurai
- Botol plastik: 450 tahun
- Kaleng bekas: 200 tahun
- Plastik: 100 tahun
- Kantong kresek: 20 tahun
- Cup plastik: 5 tahun
Pesan ini sengaja dibuat singkat agar mampu “menampar” kesadaran warga setiap kali melintas.
Kepala Desa Karangmoncol mengapresiasi inisiatif mahasiswa dan berharap plang ini menjadi pengingat permanen bagi masyarakat. “Informasi ini sederhana, tapi sangat penting. Warga jadi tahu betapa bahayanya sampah plastik,” ujarnya.
Warga pun antusias. Banyak yang mengaku baru sadar lamanya sampah terurai, sehingga mereka mulai tergerak untuk mengurangi kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan.
Lewat aksi kecil ini, mahasiswa KKN UIN Saizu membuktikan bahwa edukasi lingkungan tidak harus berupa seminar panjang. Sebuah plang sederhana, jika dipasang di tempat strategis, bisa menjadi “guru bisu” yang setiap hari mendidik warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Langkah kecil, dampak besar. Itulah pesan yang ditinggalkan oleh mahasiswa KKN Kelompok 111 di Desa Karangmoncol.