Kelor, Cinta, Dan Cita: Kkn Kelompok 89 Gulirkan Gerakan Cegah Stunting Di Derongisor Menuju Indonesia Emas 2045”

Pusat Pengabdian kepada Masyarakat 29 July 2025 2 min read

 

Derongisor, Wonosobo — Dalam semangat membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 89 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto berkolaborasi dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Annuqayah menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Cegah Stunting, Ciptakan Masa Depan Gemilang”, Sabtu (18/07/2025), di TPQ Dusun Derongisor, Mojotengah.

Kegiatan ini digagas sebagai bentuk respons terhadap tingginya prevalensi stunting di Desa Derongisor, sekaligus bagian dari program unggulan KKN Kelompok 89. Menggandeng Pusat Kesehatan Desa (PKD), kegiatan ini menyasar secara langsung para ibu balita dalam Kelas Ibu, dengan menghadirkan pemateri utama Bidan Hani, serta dukungan penuh dari Koordinator Desa, Raynaldo.

Penyuluhan ini tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi juga membumikan prinsip pencegahan stunting melalui pendekatan ABCDE:

  • A: Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD)
  • B: Bumil teratur periksa kehamilan
  • C: Cukupi konsumsi protein hewani
  • D: Datang ke Posyandu setiap bulan
  • E: Eksklusif ASI 6 bulan

“Kunci mencegah stunting adalah keterlibatan keluarga, terutama ibu, sejak masa remaja hingga bayi lahir. Maka edukasi harus menyentuh hati, bukan hanya akal,” ungkap Raynaldo, Koordinator Desa.

Sesi penyuluhan semakin hidup dengan tanya jawab interaktif berhadiah doorprize, dilanjutkan demo membuat puding daun kelor — sebagai bentuk pemanfaatan aset lokal bernilai gizi tinggi yang mudah dibuat oleh warga. Kelor, sebagai simbol kekayaan lokal, menjadi representasi pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang diusung dalam KKN ini.

Tak hanya edukasi gizi, kegiatan juga membahas pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak, pendidikan usia dini, serta pemahaman bakat anak sebagai bagian dari ekosistem keluarga sehat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN ingin menanamkan nilai ikhlas, khidmat, dan amanah dalam membangun kemandirian masyarakat untuk masa depan yang lebih sehat dan cerah.

“Ini bukan sekadar penyuluhan, tapi awal gerakan sadar gizi di Derongisor,” tegas salah satu ibu peserta.