18 Mahasiswa UIN Saizu Ikuti Seleksi KKN Internasional ke Semporna Sabah

18 Mahasiswa UIN Saizu Ikuti Seleksi KKN Internasional ke Semporna Sabah

Pusat Pengabdian kepada Masyarakat

2026-05-25

 

Purwokerto — UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menyiapkan mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata atau KKN Internasional di Semporna, Kepulauan Sabah, Malaysia.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIN Saizu, Mawi Khusni Albar, mengatakan KKN Internasional bukan hanya agenda pengabdian mahasiswa di luar negeri. Program ini juga menjadi ruang pembelajaran lintas budaya, penguatan jejaring internasional, serta pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial yang lebih luas.

“Program ini bukan sekadar mengirim mahasiswa ke luar negeri, tetapi menjadi ruang pembelajaran lintas budaya, penguatan kepedulian sosial, serta implementasi nilai-nilai keilmuan dan keislaman dalam konteks masyarakat global. Karena itu, peserta yang terpilih harus benar-benar siap menjadi duta kampus dan mampu membawa nama baik UIN Saizu,” ujar Mawi, Senin (25/5/2026).

Seleksi calon peserta KKN Internasional tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 25 Mei 2026, pukul 09.00 WIB sampai selesai. Sebanyak 18 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UIN Saizu terdaftar dan mengikuti seleksi wawancara.

Dalam seleksi tersebut, peserta diuji langsung oleh Kapus PkM LPPM UIN Saizu Mawi Khusni Albar bersama Founder Semporna Prihatin, Cik Hassan bin Unus. Keduanya menggali kesiapan peserta dari berbagai aspek, mulai dari motivasi, kemampuan komunikasi, kesiapan mental, pengalaman organisasi, kemampuan akademik dan nonakademik, hingga pemahaman awal tentang pengabdian masyarakat lintas negara.

Mawi menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional harus memiliki kesiapan lebih dibandingkan KKN reguler. Sebab, mereka akan berhadapan langsung dengan masyarakat di wilayah berbeda negara, budaya, bahasa, dan kondisi sosial.

“Mahasiswa harus mampu beradaptasi, menjaga etika, bekerja sama, dan membaca kebutuhan masyarakat. KKN Internasional membutuhkan kesiapan mental, kedisiplinan, serta kemampuan membawa diri di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Cik Hassan bin Unus menyampaikan bahwa dari 18 peserta yang mengikuti seleksi, nantinya akan dipilih sebanyak 10 mahasiswa untuk mengikuti KKN Internasional di Semporna.

“Insyaallah dari 18 peserta ini akan diambil 10 orang. Kami berharap peserta yang terpilih benar-benar siap, karena mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan ikut membantu kegiatan pendidikan, sosial, dan pemberdayaan komunitas di Semporna,” ujar Cik Hassan.

Ia juga menyambut baik keberlanjutan kerja sama antara UIN Saizu dan mitra lokal di Semporna. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN Internasional selama ini memberi warna positif bagi masyarakat, terutama dalam kegiatan pendidikan, sosial-keagamaan, dan penguatan kapasitas komunitas.

KKN Internasional UIN Saizu di Semporna sendiri bukan kegiatan baru. Tahun ini, program tersebut menjadi pelaksanaan kali keenam di wilayah Semporna, Sabah, Malaysia.

Mawi menambahkan, keberlanjutan program hingga keenam kalinya menunjukkan bahwa KKN Internasional UIN Saizu memiliki nilai manfaat dan diterima baik oleh masyarakat serta mitra lokal di Semporna.

“Ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa UIN Saizu tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ada proses membangun kepercayaan, kesinambungan program, dan penguatan jejaring internasional yang terus dijaga,” ungkapnya.

Melalui program ini, UIN Saizu berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pengabdian di tingkat internasional, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat rekognisi kampus dalam bidang pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi lintas negara.